Tertampar Catatan Juang-nya Fiersa Besari



4 November kemarin sahabatku Novi berulang tahun ke-23. Sebagai teman yang baik, aku beri dia beberapa kado. Salah satunya adalah novel Catatan Juang karya Bung Fiersa Besari. Aku kasih dia buku supaya dia engga pinjam buku-buku punyaku sampai bertahun lamanya belum juga dibalikin. Alasan kedua adalah setelah dia buka kado dariku ini, aku bisa langsung pinjam dan langsung baca deh!

◦◦◦
hmmmm
◦◦◦
10 November kemarin, Catatan Juang pun selesai aku baca. Catatan Juang bercerita tentang buku harian bersampul merah yang secara tidak sengaja ditemukan oleh Kasuarina di angkutan umum. Mulanya, Kasuarina berniat mengembalikan buku itu pada yang empunya. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda mengenai identitas maupun alamat sang pemilik. Yang ada hanya suatu kalimat demikian: “Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan kebaikan kecil setiap harinya. Tertanda, Juang.” 
Kasuarina hanya tahu bahwa buku catatan itu milik seseorang bernama Juang. Kasuarina pun mulai membuka catatan itu dengan harapan bisa mendapatkan petunjuk yang membuatnya bisa menemukan sang pemilik.

Paragraf demi paragraf, halaman berganti halaman, Kasuarina pun membaca catatan itu namun tak kunjung ia temukan siapa sang pemilik. Ia justru menemukan kekuatan, keberanian, cinta, bahkan ia menemukan dirinya sendiri melalui setiap catatan kecil pada buku yang sudah nampak lusuh itu. Tulisan Juang seakan memiliki roh hidup yang memberikan semangat dan menuntun langkah  Kasuarina.

Mulai dari membuat Kasuarina teringat pada orang tuanya yang jauh darinya.
Apa artinya pergi, jika engkau tak menjadi tempatku pulang? Apa artinya sakit, jika engkau tak menjadi malaikat penyembuhku? Dan apa artinya aku, jika tidak mampu lagi membuatmu tersenyum? (hal.10)

Membuat Kasuarina berani keluar dari pekerjaannya saat itu sebagai sales asuransi untuk mengejar mimpinya menjadi sineas.
Lain kali, sebelum melakukan sesuatu, coba pikir ulang lagi dan lagi dan lagi: biar apa? jika alasanmu kuat, lakukanlah. Namun jika itu hanya letupan sesaat, hentikanlah. (hal. 30) 
Hidup ini keras, buktikan dirimu kuat. Yang membedakan pemenang dan pecundang hanya satu: pemenang tahu cara berdiri saat jatuh, pecundang lebih nyaman tetap ada di posisi jatuh. (hal.44) 
Di dunia ini, hanya ada dua macam rasa takut: rasa takut yang beralasan dan yang tidak beralasan. Jangan takut jika orang-orang menakut-nakutimu, mereka cuma takut melihatmu sukses. Kita adalah apa yang kita pikirkan, bukan apa yang mereka pikirkan. Kita adalah apa yang kita inginkan, bukan apa yang mereka inginkan. Tak usah berhenti melangkah. Jatuh dan terluka itu hal yang biasa. Semua akan menang pada waktunya. (hal. 66-67)

Kasuarina menjadi sungguh terikat dengan tulisan-tulisan Juang. Bukan cuma Kasuarina saja, aku juga iya sih. Lebih tepatnya, aku merasa tertampar. Katanya novel ini terbit sejak tahun 2017 lalu. 2018 hampir selesai dan aku baru baca. Telat memang. Tapi rasanya ditampar oleh buku ini sama sekali engga telat.

Yaudah sih, terimakasih Bung Fiersa, sudah melahirkan karya yang sungguh menampar sekaligus menghancurkan hatiku. Semoga aku bisa seperti Kasuarina yang berani mengejar mimpinya. Semoga aku engga begini begini saja. Semoga aku bisa segera beranjak dari zona nyaman dan pusaran kemalasan ini. Semoga semua semoga ini tidak hanya menjadi semoga, tetapi menjadi nyata. Semoga ya. Hmmm.



Komentar

Postingan Populer