PENELITIAN KUALITATIF: RISET FENOMENOLOGI

Apabila riset naratif melaporkan cerita tentang pengalaman dari seorang individu atau beberapa individu, riset fenomenologi mendeskripsikan makna umum dari berbagai fenomena atau pengalaman hidup dari sejumlah individu. Pengalaman manusia ini dapat berupa insomnia, kesendirian, kemarahan, dukacita, dsb. Peneliti kemudian mengembangkan deskripsi gabungan tentang esensi dari pengalaman tersebut bagi semua individu. 

Ciri Utama Fenomenologi
Berikut ini merupakan ciri-ciri riset fenomenologi:
  • Penekanan pada fenomena yang hendak dieksplorasi berdasarkan sudut pandang konsep atau ide tunggal.
  • Eksplorasi fenomena pada kelompok individu yang semuanya telah mengalami fenomena tersebut.
  • Pembahasan filosofis tentang ide dasar yang dilibatkan dalam studi fenomenologi.
  • Pada sebagaian bentuk fenomenologi, peneliti mengurung dirinya di luar studi tersebut dengan membahas pengalaman pribadinya dengan fenomena tersebut.
  • Prosedur pengumpulan data yang secara khas melibatkan wawancara terhadap individu yang telah mengalami fenomena tersebut.
  • Analisis data bergerak dari sempit ke luas.
  • Fenomenologi diakhiri dengan bagian deskriptif yang membahas esensi dari pengalaman yang dialami individu dengan melibatkan “apa” yang telah mereka alami dan “bagaimana” mereka mengalaminya.
  

Tipe Fenomenologi
Ada dua pendekatan dalam fenomenologi yang disoroti pada pembahasan ini, yaitu: 
  1.  Fenomenologi hermeneutik. Riset ini diarahkan pada pengalaman hidup (fenomenologi) dan ditujukan untuk menafsirkan teks kehidupan (hermeneutika).
  2.  Fenomenologi empiris, transendental, atau psikologis. Riset ini kurang berfokus pada penafsiran peneliti, tetapi lebih berfokus kepada deskripsi tentang pengalaman dari para partisipan tersebut.

Prosedur Pelaksanaan Riset Fenomenologi

Berikut ini adalah langkah-langkah prosedural utama dalam proses pelaksanaan riset fenomenologi

  • Peneliti menentukan apakah problem risetnya paling baik dipelajari degan menggunakan pendekatan fenomenologi. Peneliti mengidentifikasi fenomena yang menarik untuk dipelajari.

  •          Peneliti mengenali dan menentukan asumsi filosofis yang luas dari fenomenologi.

  •          Data dikumpulkan dari individu yang telah mengalami fenomena tersebut.

  •         Para partisipan diberikan dua pertanyaan umum: 1) Apakah yang telah Anda alami terkait dengan fenomena tersebut?; 2) Situasi apakah yang biasanya mempengaruhi pengalaman Anda dengan fenomena tersebut?

  •         Langkah analisis data fenomenologis untuk memeriksa data dan menyoroti pertanyaan penting yang menyediakan pemahaman tentang bagaimana para partisipan mengalami fenomena tersebut.

  •        Pertanyaan penting tersebut kemudian digunakan untuk menulis deskripsi tentang apa yang dialami partisipan.

  •           Peneliti menulis deskripsi gabungan yang mempresentasikan esensi dari fenomena tersebut.
 

Komentar

Postingan Populer