PENELITIAN KUALITATIF: PENDAHULUAN

Penelitian kualitatif, apakah itu?

Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang bersifat deskriptif, cenderung menggunakan analisis, serta lebih menonjolkan proses dan makna. Penelitian kualitatif dilakukan untuk mencari pemahaman, bukan generalisasi

Penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri, yaitu: 
  1. Lingkungan alamiah. Artinya, peneliti tidak membawa objek penelitiannya ke laboratorium tetapi berbicara langsung kepada masyarakat dan melihat bagaimana mereka bertindak serta berperilaku.
  2. Peneliti sebagai instrumen penting. Artinya, peneliti menggunakan data sendiri dengan mempelajari dokumen, mengamati perilaku, dan mewawancarai partisipan.
  3. Beragam metode. Peneliti mengumpulkan data, meninjau kembali, memberikan pemaknaan, mengorganisasikan menjadi beberapa kategori atau tema.
  4. Pemikiran yang kompleks melalui logika induktif dan deduktif.
  5. Desain baru dan dinamis. Artinya, perencanaan awal dari riset tidak dapat ditetapkan secara pasti dan semua tahap dari proses tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
  6. Refleksivitas. Peneliti menyampaikan latar belakang mereka dan menjelaskan bahwa hal itu mempengaruhi penafsiran mereka terhadap informasi, kesimpulan, dan  hasil penelitian.
  7. Pembahasan holistik. Peneliti mengembangkan gambaran lengkap tentang permasalahan studi, melibatkan beragam perspektif, mengidentifikasi banyak faktor, serta lebih menonjolkan hubungan kompleks dari berbagai faktor tersebut daripada hubungan sebab akibat. 
 
Ada lima jenis pendekatan dalam penelitian kualitatif. Kelima pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Naratif. Pendekatan ini berusaha membuat narasi, cerita, serta deskripsi dari serangkaian peristiwa yang terkait dengan pengalaman manusia. Studi naratif dapat dinyatakan sebagai biografi, autobiografi, sejarah kehidupan, dan sejarah tutur.
  2. Grounded theory. Upaya peneliti dalam melakukan analisis abstrak terhadap  suatu fenomena dengan harapan bahwa analisis ini bisa menciptakan teori tertentu yang dapat menjelaskan fenomena tersebut secara spesifik.
  3. Studi etnografis. Meneliti suatu kelompok kebudayaan tertentu berdasarkan pada pendekatan holistik yang analisisnya dengan pandangan partisipan dan pandangan peneliti.
  4. Studi kasus. Menelaah suatu "kasus" tertentu dalam konteks/setting kehidupan nyata kontemporer. Studi kasus dilakukan dengan memilih kasus yang dianggap penting lalu dilanjutkan analisis holistik (deskripsi detail atas pola-pola, konteks, dan setting di mana kasus itu terjadi).
  5. Fenomenologi. Pendekatan ini berusaha mencari makna dari suatu fenomena yang dialami oleh beberapa individu.







 

Komentar

Postingan Populer