Untuk Kau Yang Buatku Tenggelam

Kutulis surat ini pada tepian hari saat kusadari betapa aku telah sampai di bibir tebing hampaku. Di bawah sana ada jurang yang dalamnya tak sanggup kureka. Ada sungai yang arusnya tak akan sanggup kuperangi. Jurang perbedaan antara ketidakpastian dan kegilaan hanyalah setipis jeda nafasku. Dan sungai yang mengalirkan segala kemungkinan itu harus tetap kuseberangi. Demi dirimu. Kau tahu, aku tak bisa berenang. Namun, aku akan tetap menyeberang. 
Bila aku mati tenggelam, maukah kau menyelami sungai itu untuk mengambil jasadku?

Kemarin kita bertemu. Meski hanya satu dari ribuan hari, itu sudah lebih dari cukup. 
Bertemu denganmu ibarat menang judi togel. Aku harus menebak angka mana yang akan keluar malam ini dan berharap dengan kecemasan maksimum bila angka itu akan keluar mengalahkan jutaan angka lain yang mungkin keluar. 
Mencintaimu sudah seperti menjaring air. Sia-sia memang. Kau tahu kan, sampai tamat riwayat bumi pun, air tak pernah bisa tersangkut di jaring.  

Aku hendak menyeberang. 
Hadang aku yang cuma selangkah dari ujung pantai gulitamu itu, AWS.


#SuratKeTigaBelas
#30SuratCintaUntukmu


Komentar

Postingan Populer