Untuk Kau Yang Entahlah----



Beberapa waktu yang lalu aku melihatmu. Namun, kau tak melihatku. Karena apa? Karena aku cuma melihatmu dalam mimpi. Usai kuterbangun, aku bingung. Karena apa? Karena aku tak pernah memimpikan orang yang tak kukenal. Orang-orang yang hadir dalam mimpiku adalah mereka yang biasa kutemui. Namun, bagaimana bisa kau yang tak kukenal dan tak pernah kulihat bisa berkunjung ke alam misterius di tepi bantalku? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu. Dan aku tak ingin tahu.

Sejak berakhirnya masa putih abu-abu, aku tak pernah lagi melihatmu. Namun, percayalah, aku tidak melupakanmu. Haha. Bagaimana bisa aku melupakan orang yang selalu bilang kalau aku gendut, sombong, sok pintar, sok cantik, dan masih banyak lagi hinaanmu padaku yang tak ingin kuingat lagi. Melalui monitor dan papan ketik itu, kau bilang begitu.

Waktu telah berlalu dan kau harus tahu kalau aku tak pernah sekalipun merasa tersakiti dengan kata-katamu yang terlampau menyakitkan itu. Aku justru berterimakasih karena secara tidak langsung kau merelakan waktumu yang berharga itu untuk memperhatikanku. AHAHAHA.

Aku telah membuat dafar orang-orang yang akan kukirimi tiga puluh surat cinta dan kau bukanlah salah satu dari mereka. Tapi nyatanya surat kesepuluh ini kutulis untukmu. Kau tahu apa artinya? Itu artinya, ada satu surat yang harus rela kuganti karena kau. You must be very special, DK.


#SuratKeSepuluh

Komentar

Postingan Populer