Untuk Kau Yang Lebih Dari Sekedar Langit Berbintang



Hai, hari ini kita bertemu. 

Aku menemuimu dalam gugusan bintang-bintang di langit terkelam bulan enam. Kau di sana. Diam dalam kecemerlangan. Kau tahu aku di sini. Senyap dalam ketakberdayaan. Kau langit yang penuh dengan taburan bintang. Kau hanya bisa kutemui pada malam terkelam. Kau sempurna. Ah bukan, kau terlalu sempurna. Tuhan menciptakanmu terlalu indah. Lebih dari sekedar sempurna. Lebih dari langit yang penuh bintang.  
 
Andai kau paham betapa benderang aura yang terpancar olehmu, tak perlu lagi kau tanyakan mengapa aku tak henti menulis surat untukmu. Andai kau tahu jika satu demi satu huruf yang tertera pada semua puisi yang kugubah serta semua surat yang kutulis hanya kupersembahkan untukmu, tak perlu lagi kau ukur seberapa dalam rasa yang telah kugali demi dirimu.

Andai kau tahu. Aku mencintaimu. Mencintaimu seperti seakan langit segera runtuh jika aku tak lagi mencintaimu. Aku merindukanmu. Merindukanmu seperti harus menempuh lintasan orbit Neptunus hanya untuk melihatmu.

Sebetulnya ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Namun, kau tahu, kita tak pernah bisa menghitung berapa banyak bintang yang ada di langit. Itulah sebabnya waktuku tak pernah cukup walau cuma sekedar untuk bertemu denganmu.

Sampai jumpa di langit terkelam selanjutnya, AWS.


#SuratKeDelapan
#30SuratCintaUntukmu

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer