Untuk Kau Yang Tanpa Nama
Kau yang hadir seperti petir, siapa sebenarnya dirimu?
Apa kau manusia sungguhan ataukah kau petir betulan?
Bila kau manusia, semestinya kau pernah dilahirkan. Lalu, di mana kau lahir? Dari mana kau berasal? Aku ingin tahu. Kau dari Bandung? Pulau Seram? Pulau Samosir? Pulau Christmas? Ataukah kau berasal dari salah satu satelit Saturnus?
Bila kau bertanya dari mana asalku, aku berasal dari galaksi Andromeda. Aku diutus ke bumi untuk suatu misi. Kau tahu apa misiku? Menemukanmu.
Bila kau manusia, kukira kau tak akan mampu bertahan tanpa apa makanan. Lalu, makanan apa yang kau suka? Singkong rebus? Pizza? Ayam geprek? Atau kau justru belum pernah mengecap semua yang kusebutkan itu?
Bila kau bertanya apa yang kusuka, aku menyukaimu.
Apakah kau enggan makan makanan murahan? Atau kau gemar makanan rumahan? Apa kau ingin wanitamu nanti memasak untukmu setiap hari? Jika iya, aku berjanji merevisi misiku. Menemukanmu. Menjadi wanitamu. Memasak makanan terlezat yang selalu melintasi lidahmu. Tiap hari.
Bila kau manusia, sudah seharusnya kau memiliki nama. Lalu, siapakah namamu? Andy? Budy? Charly? Morys? Ataukah cinta?
Kau tahu, aksara Latin memiliki dua puluh enam huruf. Kau tahu, berapa banyak kemungkinan kata yang bisa tersusun dari dua puluh enam huruf itu? Tak hingga banyaknya. Ya, itulah mengapa aku memilih mati daripada terus-terusan hampir mati hanya karena tidak segera menemukan kombinasi huruf mana yang melafalkan namamu dengan tepat.
Karena kau, aku sampai sedemikian dungu. Bagaimana mungkin aku mengirim surat tanpa alamat. Bagaimana mungkin aku menulis surat untuk seseorang yang bahkan tak pernah kuketahui namanya. Bagaimana mungkin aku hampir mati karena sesorang yang belum pernah kuajak bicara. Bagaimana mungkin dengan sabarnya aku menanti kapal pesiar di stasiun kereta. Bagaimana mungkin semua ketidakmungkinan ini menjadi mungkin. Bagaimana mungkin.
#SuratKeEmpat
#30SuratCintaUntukmu

Iya. aku manusia. Dan aku pernah dilahirkan. Asal ku dari tanah yang berevolusi menjadi setetes sperma.
BalasHapusMakanan favoritku adalah nasi. Karena setiap hari makan nasi.
Dan namaku adalah.... , aku kira kau tidak mau tahu. Oke.
Lalu, bagaimana mungkin semua ketidakmungkinan itu menjadi mungkin.
Bisa saja hal itu menjadi mungkin. Di alam mimpi. Iya. Maka, Tidur lah.
Terimakasih sudah menjawab. Salam kenal yaa Masper :))
Hapus