Waktu dan Kamu

Hai, kamu.


Hari ganti hari. Bulan ganti bulan. Tahun ganti tahun. Semua berganti. Semua berubah. Dan semua bersepakat akan kata berpisah. Aku tak paham hakikat waktu. Ia yang terus berjalan sementara aku cuma diam, ataukah berkebalikan?  

Bila waktu yang terus berjalan, ingin kuhentikan lajunya. Ingin aku meniadakan waktu, lantas bersanding dengan kamu. Ingin aku musnahkan waktu, di hari nanti saat aku bersama kamu. Semua berpusat pada keinginan dan keegoisanku. Aku ingin waktu dan aku ingin kamu. Tak pernah kupedulikan apa mau waktu dan apa mau kamu. 

Belakangan kusadari apa mau waktu. Ia ingin menikamku. Dan mematikan aku. Memang, kematian adalah suatu keniscayaan. Tak bisa kupungkiri itu. 

Belum lama, kutahui apa mau kamu. Kamu ingin menghilangkan aku. Meruntuhkan ruang di sudut pikirmu yang menuliskan tentang aku. Memang, menghapusku adalah suatu ketetapan. Tak bisa kubantah itu. 

Bila melupakan adalah satu-satunya jalan, berapakah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jalan itu? Satu detik, satu bulan, satu windu, satu abad, atau selamanya? 

Cuma kamu yang tahu.

 

 

Komentar

Postingan Populer