Hilang Arah

Hai pembaca.

Kemarin hari Jumat, tiba saatnya buat curhat. 
Mungkin sebagian dari kalian yang telah mengenalku sudah tahu kalau aku adalah anak tunggal alias anak satu-satunya. Banyak orang bilang kalau jadi anak tunggal itu bakalan bikin kita kesepian. Yaps apa yang dibilang oleh banyak orang itu memang benar. Tidak bisa dipungkiri jika terkadang rasa kesepian menghinggapiku. Seringkali kudengar cerita dari teman-temanku tentang mereka yang sering berantem dengan adiknya dan mereka yang rajin curhat dengan kakaknya. Nah aku, berhubung aku anak tunggal, aku cuma bisa curhat dengan diriku sendiri dan berantem dengan pikiranku sendiri. 

Semasa kita hidup, kita selalu berjumpa dengan yang namanya pertanyaan. Entah itu pertanyaan yang gampang dijawab atau yang jawabannya susah minta ampun. Di tengah rasa sepi yang melanda, pertanyaan kerap datang padaku. Aku pun acap kali bertanya-tanya pada diriku sendiri. Berkali-kali aku bertarung dengan batinku seraya mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku sendiri.

Harus kuakui jika aku buka tipikal orang yang religius. Meski demikian, begitu kuat kurasa hadirnya Sang Pencipta di hidupku. Selalu kudengar Tuhan berbicara padaku. Ia menjawab semua pertanyaan yang kuutarakan. Menghangatkan suasana diriku dengan batinku yang sering bersitegang. 

Belakangan ini aku merasa bingung dengan diriku sendiri. Tentang siapakah sebenarnya aku ini. Untuk tujuan apakah Tuhan mengirimkanku ke bumi. Rasanya aku hilang arah. Entah kenapa hampir dua minggu ini aku tak cukup gairah. Tak semangat mengerjakan tugas yang sudah numpuk tak karuan, bahkan tak berdaya untuk sekedar kuliah. Aku bingung dengan diriku. Apakah selama ini jalanku sudah tepat. Atau bagaimana. Aku ragu dengan diriku sendiri. 

Namun di balik itu semua, Tuhan sungguh teramat baik. Seperti yang sudah-sudah, Tuhan selalu berbicara padaku. Ia mendamaikan batinku. Ia menjawab tanyaku. Ia berbicara padaku melalui banyak hal. Melalui angin, matahari, bintang, bahkan melalui kamu.

Kali ini Tuhan memberikan jawaban melalui film lama yang kemarin kutonton lagi di PC-ku. Narnia 3 The Voyage of Dawn Treader. Pada salah satu scene di mana Lucy merasa ragu dengan dirinya dan ingin menjadi seperti Susan, Aslan The Lion mendatanginya lewat mimpi dan memberi nasihat pada Lucy. 

Aslan berkata: "You doubt your value. Don't run from who you are."

Kata-kata Aslan ini menyadarkanku. Tak seharusnya aku ragu dengan diriku sendiri. Tuhan telah menciptakanku dengan amat baik. Tak sepantasnya aku meragukan Tuhan. Dan tak seharusnya aku lari dari diriku sendiri.

Terima kasih Tuhan, terima kasih Aslan.
  

Komentar

Postingan Populer