Engkau


Hamparan karang menghalang tak terjelang 
Sekat-sekat ruang melintang tak terbilang  
Waktu yang mengerang
Rindu yang menghadang

Segala percabangan batang tajam berduri 
Pisahkan engkau dan aku pada tiap ranting tepi  

Perdana menatapmu berangkan batinku 
Perdana sebut namamu kejutkan syarafku 
Bertahun menatapmu jadikanku damba 
Bertahun sebut namamu jadikanku nyata 

Bersua denganmu lewat benak 
Mengejarmu beriring gelombang dan riak 
Menggenggam bayangmu amatlah abstrak 
Dan berpisah denganmu ialah mutlak 

Tak kupahami arahmu berkemudi
Semua arah jadi tumpuanmu berotasi
Tak kutahu yang mesti kulakukan
Selain
Mencintaimu dalam ketakhinggaan
Dan melepasmu dalam ketakberdayaan.

Selamat berpisah, Engkau.


[Kau dan aku tak pernah benar-benar bertemu. Namun mengapa kita bisa benar-benar berpisah? Hanya engkau yang jadi jawabnya.]





 
 

 
 

 

Komentar

Postingan Populer