Drama. Drama. Kita
Ketika hembus nafasku berdampingan dengan nafasmu
Dan senandung malam gelap menyergap
Lidahku dan lidahmu terkunci oleh rantai spasi
Dalam sekejap kau dan aku lapang menantang
Konkretnya drama
Yang seperti tak lagi mau bersekongkol dengan kita
Ingin aku berunding dengan sang pengacara
Biarlah naskah ini direvisi
Pada bagian kau jatuh cinta dengan perempuan itu
Kumau cintanya bertepuk satu tangan
Wahai Kuasa, masih bisakah skenario ini diedit ulang?
Belum lama ini aku berhasil menguak suatu fakta. Tentang drama dan tentang kita. Aku mencintai kamu. Dan kamu mencintai perempuan lain. Malangnya, perempuan itu seakan enggan memberikan kepastian padamu. Kamu tidak ditolak. Namun, penerimaan pun tak lekas kamu terima. Perempuan itu tampak mencintai orang lain. Dan orang lain itu bukan kamu. Bodohnya, kamu tak henti berharap untuk dapat memiliki dia. Bodoh yang lebih bodoh lagi, aku masih mendamba untuk memiliki kamu.
Karena kita sama-sama bodoh, barangkali kita jodoh.

Komentar
Posting Komentar