86400 Detik

Satu tahun. Dua belas bulan. Lima puluh dua minggu. Tiga ratus enam puluh lima hari. Delapan ribu tujuh ratus enam puluh jam. Lima ratus dua puluh lima ribu enam ratus menit.

Dari tiga ratus enam puluh lima hari yang ada dalam setahun, setiap orang pasti memiliki hari yang telah lama ditunggu-tunggu, yang diharap menjadi hari istimewa, yang didamba untuk menjadi hari bahagia bersama sang dambaan hati. Setidaknya satu hari saja. 

Aku cuma punya delapan puluh enam ribu empat ratus detik. Ku harap kamu mengerti.

                 86400 Detik

Jam sebelas malam mencekam
Ku tengkurap ku mau lelap
Ku gigih menghitung meniti detik
Ku rambati teliti sepoi sepi
Ku lari hendak memaki-maki
Kamu yang tak kunjung hadir

Getaran ke dua belas tandas tandai
Tuntasnya 86400 detik yang ku punya
Gelombang demi gelombang sadar
Lantas menjalar ke sumsum otak paling sadar
Bangunkan aku teriaki aku sadarkan aku
Tiada kamu di sepanjang 86400 detik ini

Sedari detik ke satu hingga detik ke
delapan puluh enam ribu empat ratus
Tiada lain hanya kamu
Dan cuma kamu yang kutunggu

Lewat lokomotif yang selami samudra suara
Lewat mesin kata bertenaga pulsa 
Lewat nyanyian hujan bulan Desember 
Lewat gugusan dua puluh gemintang berteman satu mentari

Cuma kamu yang kutunggu
Menggengam tiga kata pamungkas

Selamat Ulang Tahun.



Demikianlah. Sampai habis detik yang tersisa, kamu tak juga tiba.
 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer