Kau Puisi


Lembayung pudar diremah gerimis
Pendar jingga lenyap diamuk badai
Kemarin lalu kau puisi
Isi sekujur relung hati sanubari

Dinding batu bata rumah sebelah
Tersulut merah karena amarah
Kau puisi bertolak arungi
Enggan berlabuh di pantai ini

Deburan ombak jamah ragamu
Belenggumu erat sangat
Biar peluhku deras banjiri samudra
Tetap tak sanggup taklukkan engkau

Kau puisi lantas pergi
Tinggalkan alfabet rasa berbahasa cinta
Kau puisi mustahil kembali
Takkan kuminta kau kembali

Ingat kau bukan lagi puisi
Cuma taburan huruf tak terdefinisi

 
(InungSundari)



 
 




Komentar

Postingan Populer