Rasanya aku baru saja kau terbangkan ke bantalan
awan paling lembut sejagad raya. Namun dua puluh tiga detik kemudian dengan
enaknya kau buang aku ke palung paling dalam seluas laut semesta.
Semua desah kata yang keluar dari mulutmu serta
merta menegurku jika kita sungguh tak bisa berlanjut lagi.
Belakangan ini kita memang tampak layaknya dua garis
sejajar. Kau melangkah tepat di sampingku. Demikian dengan aku. Akan tetapi,
yang namanya dua garis sejajar, sedekat apapun mereka, sampai tak ada jarak
tercipta pun, mustahil untuk bertemu pada satu titik.
Kau dan aku, sepasang garis sejajar. Bertemu pada
satu titik. Pemberhentian.
Komentar
Posting Komentar