Cakrawala Aksara Untuk Kamu yang Kucinta



Kugoreskan aksara di langit awal senja untuk kamu yang di sana. Biar pudar segenap rona jingga hingga hanya cinta yang tersisa.


Untuk kamu.

Semakin sunyi. Semakin sepi. Adalah aku. Terjebak oleh gundah sekaligus rasa lelah. Terkurung dalam kubus berwarna putih berasa tawar. Dan terdiam karena hanya diam yang mampu  kulakukan. Memang tak ada yang lain selain putih yang terlihat. Memang aku tak bisa melihat langit luas. Namun aku sungguh yakin bila malam telah tiba. Bahkan jauh larut. 


Dinginnya ruang ini mengajakku untuk lekas terlelap saja. Akan tetapi, apa boleh buat, kedua bola mata ini dengan tegas menolaknya. Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan diriku. Aku tahu aku baik-baik saja. Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak bisa berhenti membayangkan kamu. Wajahmu selalu jelas terlukis dalam benakku. Suaramu terus menggaung di bangun kalbuku. Rasa lembut jemari tanganmu menjamahku begitu hafal kurasa. Bahkan detak jantungmu pun masih terus terdengar mengalun bersenandung merdu menghampiri daun telingaku.
 
Mungkin aku hanya rindu kamu.

Aku sendiri berkawan sunyi memikirkan kamu. Adakah kamu tahu? Sepanjang desah nafasku, sepanjang itulah aku memikirkanmu. Bila kamu bisa menghitung berapa kali mataku berkedip, sebanyak itulah aku memikirkanmu. Selagi aku masih bernyawa, nadiku tak akan bisa berhenti denyut. Aku pun begitu. Selagi aku masih bernyawa, aku tidak akan mampu untuk tidak memikirkan kamu.

Ada satu pertanyaan yang selalu ingin kutanyakan padamu. Izinkan aku bertanya.

Apakah aku sempat hadir dalam benakmu barang sedetik saja? 

Jika iya, terimakasih. Terimakasih. Terimakasih. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Jutaan ucap terimakasih, milyaran kata cinta tak akan mampu menggambarkan betapa terkesannya aku.

Jika tidak, terimakasih juga. Aku tak pernah menyesal telah menghabiskan waktuku hanya untuk memikirkanmu. Aku pun tak akan merasa sia-sia memikirkanmu yang tak pernah memikirkanku.




Komentar

Postingan Populer